Tak Berkategori

Bagaimana bentuk akulturasi budaya yang terlihat dari bangunan Masjid Agung Banten

April 26, 2020
135
Views
Bagaimana bentuk akulturasi budaya yang terlihat dari bangunan Masjid Agung Banten
1.  Jelaskan kondisi masyarakat Banten sebelum masuknya Islam ke daerah
     tersebut!
     Jawab:
     Sebelum era Islam, Kerajaan Banten dipimpin seorang Raja bernama Pucuk Umun
     dengan ajaran animisme Sunda Wiwitan.
     Setelah terjadinya kontak budaya antara Kerjaan Banten dengan Sultan Syarif
     Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang merupakan cucu dari Prabu Siliwangi,
     diutuslah seorang bernama Sabakingking (kelak bernama Sultan Maulana
     Hasanudin) untuk melakukan syiar Islam kepada Raja Banten Pucuk Umun.
     Setelah kedua pihak beradu kesaktian ilmu, takluklah Kerajaan Banten pimpinan
     Pucuk Umun hingga sang raja pun bersedia pergi ke Mekkah untuk belajar agama Islam.
     Semenjak saat itu, wilayah kerajaan Banten mendapuk Sabakingking atau Sultan
     Maulana Hasanudin sebagai pemimpin kesultanan Islam baru yang terpisah dari
     otoritas ayahnya, Sunan Gunung Jati atau Sulatn Syarif Hidayatullah di
     Kesultanan Cirebon.

2. Apakah makna dari tumpak tiang masjid Banten yang berbentuk labu?
     Jawabannya:
     Makna dari tumpak tiang Masjid Agung Banten berbentuk labu yakni hasil
     pertanian labu yang makmur di zaman Sultan Maulana Hasanudin abad ke-16.
     Sehingga hasil pertanian labu tersebut menjadi sebuah lambing kebanggaan
     kemakmuran pada masa tersebut.
3.  Bagaimana bentuk akulturasi budaya yang terlihat dari bangunan Masjid
     Agung Banten?
     Jawaban:
     Bangunan Masjid Agung Banten, khususnya menara di masjid tersebut merupakan
     wujud nyata akulturasi dari budaya seni ragam hias yang terdapat di Pulau Jawa,
     yakni, tumpak (segitiga memanjang) di kepala menara,
     Sedangkan bangunan menara sendiri bukan bangunan yang lazim melengkapi masjid

     pada kala itu dan menara merupakan pengaruh dari kebudayaan Belanda.